Viral! Warga Desa Loceret Tolak Pembangunan Gerai KDMP di Lahan Sawah Produktif
Nganjuk, Jawa Timur – Sebuah video penolakan rencana pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Loceret, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, viral di media sosial setelah dibagikan akun Instagram @desa_loceret.
Dalam video yang beredar, seorang petani menyampaikan langsung ke pemerintah:
“Yang terhormat, Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak H Prabowo Subianto… Bapak Presiden yang kami cintai dan banggakan.”
Warga menegaskan mereka tidak menolak program pemerintah, tetapi keberatan jika pembangunan dilakukan di atas lahan sawah produktif. Mereka meminta agar lokasi pembangunan digeser ke tempat lain.
Alasan Penolakan Warga
-
Lahan berada di tengah area persawahan.
-
Lokasi berada di jalan buntu, satu-satunya akses pertanian warga.
-
Akses jalan hanya 2,3 meter dengan jarak ±200 meter dari jalan raya, sehingga dianggap tidak strategis.
Respon Pemerintah
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto, mengaku telah mendengar video penolakan tersebut, namun belum melakukan pengecekan langsung.
“Kami masih menunggu arahan dari pimpinan,” kata Judi, yang juga anggota Satgas KDMP Kabupaten Nganjuk.
Ia menambahkan, lokasi pembangunan sebenarnya telah melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Mengenai status lahan, kemungkinan besar merupakan tanah kas desa atau bengkok, yang secara aturan sah digunakan untuk pembangunan.
Upaya Mediasi
Judi menekankan bahwa pihaknya mendorong mediasi agar situasi desa tetap kondusif. Proses pembangunan gerai KDMP, menurutnya, bertujuan mendukung program nasional tanpa merugikan pihak mana pun.
Informasi dari Kompas.com menyebutkan, lokasi pembangunan KDMP telah disepakati dalam Musdesus pada 17 Desember 2025. Namun belakangan, muncul aspirasi warga agar lokasi digeser karena lahan pertanian di desa semakin berkurang.
Comments0