Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Masya Allah! Karena Covid-19, Adzan Boleh Berkumandang Selama Ramadhan di Kota Amerika Serikat

Adzan Boleh Berkumandang Selama Ramadhan di Kota Amerika Serikat Karena virus Corona


Akibat virus corona, Kota Minneapolis yang terletak di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat (AS) kini membolehkan adzan selama Ramadhan tahun ini.

Seperti dilansir dari bebarapa sumber, Jumat (24/4/2020), disebutkan pemerintah setempat untuk pertama kalinya memperbolehkan adzan untuk dikumandangkan melalui pengeras suara di masjid selama bulan Ramadan tahun ini.

Hal tersebut pun menuai banyak pujian, seperti yang disebarluaskan oleh @mukhtaryare melalui sebuah tweet yang kini viral setelah disukai ribuan orang.

Kebijakan ini diambil dalam masa instruksi, agar masyarakat menetap di dalam rumah. Untuk itu, adzan akan disuarakan sebanyak lima kali dalam sehari selama bulan Ramadan penuh, dari masjid Dar Al-Hijrah, yang berlokasi di daerah Cedar-Riverside di mana terdapat komunitas Muslim terbesar di wilayah itu.

Para pemimpin komunitas muslim kota tersebut pun berharap adzan akan menjadi penghubung bagi semua yang merasa terisolasi dari komunitas karena pandemi Covid-19 dan agar orang-orang tidak merasa berkewajiban untuk berlari ke masjid untuk shalat, dan melalui pengeras suara dari masjid tersebut pula masyarakat diminta untuk beribadah di dalam rumah masing-masing.

Tujuan dari keputusan tersebut, adalah agar masyarakat dapat saling membantu di masa yang sulit ini. Namun sekaligus untuk mensosialisasikan agar umat tetap beribadah di dalam rumah, mengingat di bulan Ramadan semakin banyak orang yang hadir ke masjid.

Melansir CBS, Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, mengatakan, kebijakan ini memungkinkan orang-orang untuk tetap bersama, bahkan ketika mereka berdoa secara terpisah (dari kediaman masing-masing).

“Kami ingin memastikan bahwa kami melakukan jarak sosial yang tepat dan jarak fisik secara khusus,” katanya.

Sekedar diketahui, suara adzan ini terdengar pertama kali kemarin (23/4/2020) sore yang menandai dimulainya bulan Ramadan. Melihat berita yang positif ini, warganet Amerika Serikat (AS) pun banyak yang merespon dan mengapresiasi langkah ini.

sumber: beritapedoman