Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

HRD: Fisik kita boleh jarak, namun hati & tujuan aktivitas kita tetap menyatu untuk amar ma’ruf nahi munkar

 Anggota DPR RI asal Aceh H  Ruslan M  Daud  HRD
Ruslan M daud

Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD) menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kerja keras Pemerintah Aceh, seluruh stakeholder dan teristimewa kepada petugas kesehatan, sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan korban Covid-19 di Aceh sehingga sekarang ini sudah zero atau tidak ada lagi pasien positif corona.

“Alhamdulillah, pasien positif Covid-19 sudah tidak ada lagi di Aceh. Ini adalah hasil ikhtiar keras semua pihak. Terutama, petugas kesehatan dan juga berkat doa para ulama,” ungkap HRD, Senin (13/4/2020) malam.

HRD juga mengingatkan seluruh masyarakat Aceh, agar tetap waspada dan jangan euforia atas pencapaian situasi ini.

Saat ini, katanya, memang pasien positif Covid-19 sudah zero di Aceh. Ini tidak berarti Aceh sudah bebas dari Covid-19. Physical distancing tetap harus dilakukan.

Namun Ruslan juga mengingatkan agar masyarakat Aceh tidak kehilangan rasa solidaritas yang selama ini telah terbangun dalam  sebagai bagian dari kearifan lokal, akibat pandemi Covid-19.

“Fisik kita boleh jarak, namun hati dan tujuan aktivitas kita tetap menyatu untuk amar ma’ruf nahi munkar,” begitu diharapkan HRD.

Politisi PKB asal Bireuen ini juga menyampaikan terima kasih kepada pasien dan keluarga yang telah disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Sehingga, penyebaran virus corona dapat dihambat.

“Protokol kesehatan juga perlu kita patuhi bersama. Seperti harus sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau bahan berbasis alkohol, baik buatan maupun alami. Menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar rumah, tempat kerja, baik yang sakit maupun sehat,” ajak HRD.

Dia juga mengharapkan perilaku masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai syariat Islam dan sunnah-sunnah nabi dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Islam adalah solusi untuk semua keadaan dan kondisi, termasuk etika batuk, bersin, sendawa, buang angin dan lainnya. Semuanya sudah diatur dalam Islam,” jelas HRD.