GfO5Tfd5TfO8BSr9GpdpGpW7Td==

Cerita Legenda Asal Usul Paya Nie

ACEH VIRAL - Legenda Asal Usul Paya Nie adalah salah satu kisah cerita rakyat Aceh yang berasal dari Kutablang Kabupaten Bireuen, Aceh. Payani merupakan waduk alami atau rawa seperti lautan mini dengan cadangan air yang melimpah. Saat pengukuran yang dilakukan pada tahun 90 an, hamparan lahan Payani mencapai seluas 500 hektar. Sekarang luasannya sudah menciut dan hanya tersisa sekitar 250 hektar. Kawasan rawa kini telah dangkal dan  berubah menjadi areal sawah.


Kisah Asal Usul PayaNi Kutablang


Konon, di sebuah perkampungan terpencil di Aceh tinggallah seorang perempuan tua bernama Cut Nie. Cut Nie adalah perempuan yang sangat taat beribadah dan selalu berbuat baik kepada sesama. Ia tidak pernah melakukan hal buruk sepanjang hidupnya.

Panorama Pemandangan Indah Payani Kutablang
Pemandangan Indah Payani Kutablang (Source: Steemit)

Beliau memiliki seorang putri bernama Putroe Nie. Ia pernah bernazar ketika putrinya itu lahir bahwa ia akan menjaganya dan menjauhkannya dari godaan dunia luar.

Anak gadisnya itu tidak pernah diizinkan keluar dari rumah karena takut putrinya akan terpengaruh oleh lingkungan yang buruk.

Putroe Nie tumbuh dewasa dan menjadi gadis yang amat cantik. Melihat putrinya yang semakin dewasa, Cut Nie ingin menikahkan putrinya dan membina sebuah keluarga.

Ia mempersiapkan semua kebutuhan untuk pesta perkawinan anaknya itu, sedangkan sang putri masih saja dilarang keluar rumah sampai datangnya hari pernikahannya.

Ibunya mengingatkan agar putrinya tidak boleh keluar rumah, bila tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi kepada mereka.

Pada suatu pagi yang cerah dimana hari pernikahan putrinya semakin dekat, Cut Nie membentangkan tikar di halaman depan rumahnya.

as, Ia menjemur gabah hasil sawahnya agar bisa ditumbuk untuk jamuan makan pada hari pernikahan anaknya nanti.

Selesai menjemur, Cut Nie pamit kepada putrinya untuk pergi membeli keperluan di pasar. Sebelum pergi, ia menyuruh putrinya menjaga gabah yang dijemur itu agar tidak dimakan binatang ternak.

Ia kembali mengingatkan agar putrinya tidak boleh keluar rumah dan menginjakkan kakinya ke tanah saat ibunya keluar.

“Apapun yang terjadi, kamu tidak boleh menginjakkan kakimu ke tanah,nak!. Kalau tidak maka kita akan tertimpa malapetaka” pesan Cut Nie pada putrinya.

Larangan yang dilanggar Putroe Nie


Sepeninggal ibunya ke pasar, Putroe Nie duduk di tangga rumahnya menunggu ibunya pulang sambil bernyanyi. Tiba-tiba beberapa ekor ayam mulai mematuk gabah mereka.

then, Dia mencoba mengusir ayam-ayam itu namun tak jua pergi. Putroe Nie ia masih ingat pesan ibunya agar tidak boleh keluar dari rumah dan menyentuh tanah.

Tak kehabisan akal ia pun mengambilkan kayu bakar di dapur dan melempari ayam-ayam itu agar pergi. Meskipun berhasil mengusir namun tak berapa lama ayam-ayam itu kembali dan mulai menghabiskan gabah mereka.

Putroe Nie kembali melemparinya sampai kayu bakar di dapur mereka habis.

Kayu-kayu itu berserakan di halaman rumah. Putroe Nie merasa lega karena sudah berhasil menghalau ayam-ayam memakan gabah mereka.

Haripun semakin sore namun ibunya belum juga pulang. Langit semakin mendung dan hujan mulai turun. Putroe Nie kebingungan, ia tidak tau harus melakukan apa.

Besides, jika ia tidak segera memindahkan gabah yang dijemur ibunya, maka bisa dipastikan pesta perkawinannya nanti akan gagal. Semua gabah mereka akan basah terkena hujan.

Putroe pun khawatir jika ibunya pulang dan melihat gabah mereka terendam, ibunya akan memarahinya.

Akhirnya, Putroe Nie pun turun dan  mengangkat tikar berisikan gabah. Seketika itu gemuruh dan petir menyambar, hujanpun turun semakin lebat dan tanpa henti. Seluruh perkampungan digenangi air dan tenggelam.

So, itulah awal kisah dari munculnya rawa-rawa yang kemudian dikenal dengan sebutan Paya Nie atau Payani. Sebutan “Nie” diambil dari nama Cut Nie.

Demikianlah kisah asal usul Payani Kutablang yang sudah sangat melegenda dari masa kemasa. Tentu saja misteri legenda paya nie ini berkembang dari mulut ke mulut dengan berbagai macam versi dan cara penyampaiannya.

Comments1

Type above and press Enter to search.