Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Miris, Kakek Tua di Lhoksukon Hidup Sebatang Kara dan Tempati Gubuk Reot Tak Layak Huni

Hidup dalam keadaan miskin, tak memiliki rumah yang layak huni dan juga sebatang kara. Saat malam hari, dinginnya angin menusuk hingga tulang, karena dinding tempat tinggalnya yang berlobang dan ditutup terpal.
Begitulah potret kehidupan Pak Salihin, warga Gampong Meureubo, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Kakek berusia 75 tahun itu tinggal sendirian di gubuk reot.
Usianya yang kian renta menghalanginya untuk bekerja, alat pendengarannya juga tak lagi jelas untuk mendengarkan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kek Salihin hanya bisa berharap bantuan dari para tetangga.
Menurut pengakuan warga setempat, Kek Salihin sudah lama tinggal di gubuk kecil tak layak dijadikan tempat tinghal itu. Gubuk reot tersebut bahkan sudah beberapa kali dibantu rehap oleh tetangga dan warga setempat.
Namun seiring waktu berjalan bangunan kecil itu makin reot dan harus ditopang penyangga agar tetap bisa bertahan dan tidak roboh.
Saat hujan turun, seluruh isi rumah basah karena atapnya juga tak karuan bentuknya. Lantai gubuk yang terbuat dari belahan batang pohon pinang juga mulai lapuk dimakan usia.