Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Putro Safiatuddin Cahya Nur Alam, Sang Cucu Terakhir Pewaris Kesultanan Aceh Tutup Usia

Cucu Sultan terakhir kerajaan Aceh, Teungku Putro Safiatuddin Cahya Nur Alam diinfokan telah meninggal dunia di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Rabu (060/6/2018) sekitar pukula 06.45 WITA.

Cucu dari Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah itu tutup usia pada usia ke 86 tahun. Kabar tentang meninggalnya Teungku Putro beredar sangat cepat di kanal media sosial dan whatsapp sejak dari tadi pagi.

Pakar sejarah dan budaya Aceh, Dr M Adli Abdullah SH MCL, membenarkan dan juga ikut memposting tentang kabar duka tersebut melalui dinding facebooknya.

"Iya benar, saya juga dapat kabar langsung dari adik almarhumah, Tuanku Raja Yusuf," kata Adli.

Seperti dikutip dari serambinews.com, Rabu, 6 Juni 2018, Selama ini, Teungku Putro Safiatuddin Cahya Nur Alam bersama keluarganya menetap di Mataram, NTB.
presiden Jokowi menyerahkan piagam penghargaan kepadaa pewaris kesultanan aceh
Pada November 2017 lalu, Presiden Joko Widodo sempat mengundang sang pewaris terakhir Kerajaan Aceh itu ke Istana Negara di Jakarta.

Teungku Putro Safiatuddin Cahya Nur Alam diundang untuk menerima plakat dan piagam gelar Pahlawan Nasional atas nama Almarhumah Laksamana Keumalahayati dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Penyerahan piagam tersebut digelar dalam satu upacara penganugerahan gelar pahlawan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis 9 Novermber 2017.

Sekedar informasi, Teungku Putro Safiatuddin Cahya Nur Alam atau yang  akrab disapa dengan "Bunda Putroe," adalah ahli waris dari Kesultanan Aceh.

Bunda Putroe merupakan anak dari Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah.