Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Sejarah Singkat Peringatan Maulid dan Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW! Di Aceh Dilakukan Sampai 3 Bulan

sejarah peringatan kenduri maulid nabi muhammad saw di aceh


Maulid Nabi - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau lahirnya baginda Rasulullah SAW tahun ini diperingati pada 12 Rabiul Awal 1442 H.

Beberapa daerah di Indonesia merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara, seperti pengajian hingga kenduri. Seperti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh bahkan dilakukan hingga 3 bulan.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan mampu menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.

Terlepas dari apa dan bagaimana Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan di berbagai daerah, berikut sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW:

Dalam sebuah catatan berjudul Sejarah Maulid Nabi (2015) yang ditulis oleh Ahmad Tsauri, yang juga merujuk pada kitab Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa oleh Nuruddin Ali, menjelaskan bahwa perayaan Maulid Nabi teah dilaksanakan sejak tahun kedua hijriah.

Perayaan Maulid Nabi pertama disebarkan oleh Khaizuran, seseorang yang berpengaruh sat pemerintahan tiga khalifah Dinasti Abbasiyah, yaitu pada masa Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas, Khalifah al-Hadi, dan Khalifah al-Rasyid.

Khaizuran yang juga seorang ibu tersebut, datang ke Madinah kemudian memerintahkan penduduk Madinah untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi.

Setelah itu, Khaizuran juga berkunjung ke Makkah untuk menyampaikan hal yang sama, merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW di rumah-rumah penduduk.

Hal ini dilakukan Khaizuran agar teladan, ajaran, dan kepemimpinan mulia Rasulullah SAW dapat terus menginspirasi masyarakat Arab dan umat Islam pada umumnya.

Nabi Muhammad SAW lahir pada Tahun Gajah atau 12 Rabiul Awal di Makkah,  dari ibu bernama Aminah dan ayah bernama Abdullah.

Nama Muhammad diberikan sang Kakek, Abdul Muthalib, yang juga merupakan pemegang kunci Ka’bah.

Ayah Nabi Muhammad, Abdullah wafat saat Nabi Muhammad masih berada dalam kandungan. Sedangkan sang ibu, Aminah wafat saat Nabi Muhammad berusia 6 tahun.

Setelah ibunda wafat, Nabi Muhammad SAW dirawat oleh sang Kakek, Abdul Muthalib. Namun, tak lama kemudian, Abdul Muthalib pun wafat, dan Nabi Muhammad dirawat oleh sang paman, Abu Thalib.

Sejak berusia 8 tahun, Nabi Muhammad telah ikut sang paman untuk bekerja, saat itu Nabi Muhammad mulai bekerja menggembala kambing milik orang kaya Makkah. Pada usia 12 tahun, beliau bahkan sudah mulai diajak Abu Thalib untuk kafilah berdagang ke Syam.

Demikian sejarah singkat mengenai kelahiran Nabi Muhammad SAW dan sejarah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini dapat menjadi momentum untuk lebih meneladani kisah dan sifat-sifat Rasulullah SAW. (sumber)

Post a comment for "Sejarah Singkat Peringatan Maulid dan Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW! Di Aceh Dilakukan Sampai 3 Bulan"