Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kandungan Protein Nyaris Setara Hewan, Bisnis Jamur Prospektif di Tengah Wabah Corona

prospek bisnis usaha budidaya jamur tiram

Jamur merupakan suatu organisme bersifat heterotroph yang hidup dengan menumpang sebagai saprofit pada bahan-bahan organik yang telah mati.

Namun siapa yang sangka ternyata jamur ini memiliki banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Daging jamur mengandung banyak protein yang hampir sama dengan hewan, namun lebih sehat untuk dikonsumsi.

Dibanding dengan protein dalam telur, jamur khususnya jamur merang memiliki semua kandungan asam amino essensial yang terdapat di dalam telur.

Bahkan untuk kandungan lysine dan histidinennya lebih tinggi daripada telur.

Hal inilah yang membuat prospek bisnis jamur amat menggiurkan. Di samping itu, peluangnya masih sangat terbuka lebar.

Terkait hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sudah menginstruksikan agar komoditas hortikultura terus digenjot. Terutama yang memiliki potensi nilai ekonomi yang besar.

SYL yakin bahwa komoditas hortikultura seperti jamur memiliki prospek yang cerah. Baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Pelaksana tugas Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Sukarman menjelaskan bahwa kebutuhan konsumsi jamur di Indonesia saat ini cukup tinggi.

"Namun produksi kita kurang lebih baru mencapai 33 ton per tahun," jelas dia melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (11/4/2020).

Ini artinya, kata Sukarman, dari segi konsumen ternyata jamur sudah banyak digemari masyarakat.

Pun dari sisi produsen masih banyak peluang usaha yang bisa digeluti di bidang budi daya dan produksi jamur.

“Ada beragam jenis jamur yang bisa dibudidayakan dan dikonsumsi. Antara lain jamur merang, jamur tiram, jamur kuping, jamur shitake, dan jamur kancing. Jenis jamur tersebut mudah diperoleh di supermarket maupun pasar tradisional,” tambah Sukarman.

Terkait dukungan Ditjen Hortikultura, Karman menjelaskan jika pihaknya memberikan bantuan kumbung jamur untuk pengembangan kawasan jamur. Selanjutnya memberikan bimbingan teknologi budi daya jamur yang baik dan benar guna meningkatkan produktivitasnya.

“Dan untuk petani yang kesulitan modal bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR)," tandas karman.



Sumber berita: rakyatku